Sejarah Singkat Yayasan
Formulir Aplikasi
 
 
Kata Sambutan dan Komentar Ketua I Yayasan Damandiri
SELAMA TIGAPULUH TAHUN YAYASAN SUPERSEMAR TURUT MEMBANGUN BANGSA


18 Februari 2005



Selama tiga puluh tahun Yayasan Supersemar, yang didirikan dan dipimpin oleh Bapak HM Soeharto, mantan Presiden RI, telah bekerja keras membantu anak-anak dan remaja Indonesia mempersiapkan diri untuk menjadi manusia yang bermutu, mandiri, dan berbudaya, sehingga mampu membangun masa depan bangsa. Anak-anak bangsa yang datang dari segala penjuru Indonesia, terutama anak-anak dan remaja dari keluarga kurang mampu, dan mempunyai prestasi akademis yang menonjol, di sekolah atau pada perguruan tingginya, selama tiga puluh tahun ini mendapat dukungan beasiswa secara teratur dari Yayasan Supersemar.

Perhatian Bapak HM Soeharto terhadap upaya peningkatan mutu sumber daya manusia untuk membangun bangsa sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum beliau mendirikan Yayasan Supersemar. Sejak Bapak Soeharto muda mendapat kepercayaan untuk memimpin dan mengantar bangsa ini menuju ke posisi yang lebih sejahtera, secara spontan urusan pangan, kesehatan, pendidikan dan papan mendapat perhatian yang sangat tinggi. Sebagai Presiden, dengan tekun beliau selalu mendengarkan rakyat, mengajak dan memberi contoh bagaimana hidup sehat, baik melalui makanan yang mengandung gizi yang baik serta memberikan kesempatan bertani dan berdagang dengan fasilitas yang mendapat dukungan kuat dari pemerintah. Lebih dari itu, sejak awal beliau mendorong agar setiap anak, apakah dia anak keluarga urban dan mampu di kota, atau anak petani miskin di desa, untuk bersekolah. Melihat jumlah sekolah yang sedikit, di mana-mana jumlahnya tidak mencukupi, beliau segera tanggap dan mengeluarkan Instruksi Presiden (INPRES) untuk membangun sekolah dasar, sekolah lanjutan pertama dan sekolah lanjutan atas, di seluruh pelosok tanah air.

Dengan dikeluarkannya Inpres Presiden tersebut, ribuan, bahkan mungkin ratusan ribu gedung-gedung SD, SMP, dan SMA, dibangun di mana-mana di seluruh pelosok negeri. Namun, dari hasil pengamatan pribadi beliau ke daerah-daerah, ternyata tidak semua keluarga, di desa dan di kota, mampu mengirim anak dan remajanya bersekolah. Melihat kenyataan itu, dan menyadari bahwa pemerintah belum mampu membantu seluruh anak-anak agar bersekolah, atau tidak putus sekolah, lebih-lebih yang menonjol prestasi akademisnya di sekolah, apalagi kalau kebetulan anak keluarga kurang mampu, beliau sangat risau. Beliau tidak bisa tinggal diam. Beliau mengajak mereka yang peduli untuk segera mencari jalan agar bisa membantu anak-anak yang berbakat tersebut.

Kemudian muncul gagasan mendirikan Yayasan Supersemar dengan tujuan mengumpulkan dana abadi sebagai sumber biaya untuk memberikan dukungan beasiswa bagi anak-anak yang menonjol tersebut. Beliau yakin bahwa di masa depan, biarpun anak-anak dan remaja tersebut mungkin saja datang dari keluarga kurang mampu, kalau otaknya cerdas dan mendapat pendidikan yang memadai, akan menjadi aset yang sangat berguna untuk negara dan bangsa Indonesia yang sedang membangun.

Keputusan itu sungguh merupakan keputusan yang sangat bijaksana dan tepat. Sebagai Wakil Ketua I Yayasan Damandiri, yang ditugasi beliau untuk membantu pemerintah dan rakyat Indonesia memotong rantai kemiskinan, kami merasa bahwa terobosan yang dilakukan beliau tiga puluh tahun yang lalu, adalah visi yang sangat strategis dan tepat untuk memotong rantai kemiskinan, once and for all, memotong rantai kemiskinan secara tuntas dan langgeng. Anak-anak dan remaja dengan bekal pendidikan dan pelatihan yang memadai akan menjadi anak bangsa yang tidak saja cerdas, tetapi akan menjadi warga terhormat yang bermutu, mandiri dan berbudaya. Yayasan Supersemar telah mengantar ratusan ribu anak bangsa ini mengadakan lompatan sosial budaya, dari anak desa dan dari orang tua yang buta aksara, mungkin saja tidak mimpi anaknya akan jadi “orang”, dengan bantuan beasiswa Supersemar telah berubah menjadi calon pemimpin bangsa, dalam berbagai bidang, yang terhormat dan disegani.

Terima kasih Yayasan Supersemar. Kita semua, termasuk dan terutama mereka yang pernah mendapat bantuan dari Yayasan Supersemar, serta bangsa Indonesia pada umumnya, patut berterima kasih kepada Bapak HM Soeharto, yang secara arif telah melahirkan Yayasan Supersemar untuk mengantar anak bangsa ini mempersiapkan diri membangun Indonesia masa depan yang terhormat dan sejahtera. Marilah kita mohon kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa melimpahkan anugerah kepada Bapak HM Soeharto, dan kita semua, berupa usia yang panjang serta kesejahteraan, lahir dan bathin.

Hormat kami,



Prof. Dr. Haryono Suyono


     
  >> Kata Sambutan
Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMA-PBS)
  >> Kata Sambutan Rektor Universitas Jenderal Soedirman
DISAMPAIKAN PADA ACARA ULANG TAHUN YAYASAN SUPERSEMAR TAHUN 2004
  >> Kata Sambutan
KEPALA SMK NEGERI 3 MALANG
  >> TERLAHIR MENGABDI, DAN MEMBANGUN
  >> Yuni Lestari, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Palembang
Memaknai Hidup Masa Depan
  >> Agung Budi & Warsito mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Ilmu Tanah UPN
BEASISWA SUPERSEMAR TEPAT WAKTU
  >> Hendi Ferdiansyah dan Mohamad Giata, mahasiswa POLTEK Jember
MEMBANGUN KEMANDIRIAN MAHASISWA
  >> Khomisah Julianur Firdaus, mahasiswa Fakultas Hukum UNEJ
MENCARI KETERANGAN KURANG MAMPU CUKUP BERBELIT
  >> Sari Utami Putri, Siswi Kelas III Akuntansi 1 SMK Negeri 47 Jakarta Selatan.
Belajar Lebih Tenang
  >> Parida Suryani, mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Inten Lampung
Pemacu dan Motivasi

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra
design by
Visionnet
Update by Suwandi Yesaya (suwandiy@vision.net.id) 25 Sept 2003