Sejarah Singkat Yayasan
Formulir Aplikasi
 
 
Ketua Umum KMA PBS Drs Eddy Djauhari, MSi: Yayasan Supersemar Sebagai Lumbung Beasiswa

16 Mei 2007

Harian Pelita, Rabu, 16 Mei 2007

Jakarta, Pelita. Di saat Pemerintah masih sulit mengatasi biaya pendidikan, Yayasan Supersemar tetap konsisten menjalankan misinya sebagai mitra Pemerintah memberi beasiswa sebatas kemampuannya.

Pendapat saya, Yayasan ini merupakan salah satu lumbung beasiswa yang masih sangat dibutuhkan dan pantas dipertahankan keberadaannya, kata Wira Widyawidura, seorang mahasiswa semester delapan Jurusan Fisika, FMIPA, di Universitas Negeri Jakarta, dalam pernyataan yang diterima Pelita, di Jakarta, Selasa (15/5). Ia melihat kenyataan di lapangan masih banyak teman-temannya yang senasib dengan dirinya, menemui kendala di dalam mengatasi biaya pendidikannya.

Sementara itu, Dinar Adityasari, seorang mahasiswi dari Jurusan Komunikasi Massa Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) di Jakarta juga berpendapat bahwa beasiswa Supersemar sangat membantu kelancaran studinya. Meskipun uang beasiswa satu periode tak mencukupi biaya SPP setahun; setidaknya beban orang tuanya diringankan dengan adanya beasiswa tersebut.

Dua pernyataan di atas mengingatkan saya ketika menerima beasiswa Supersemar di Uni-versitas Diponegoro pada tahun 1978-1980. Waktu itu uang beasiswa Supersemar satu periode dapat untuk melunasi biaya kuliah satu tahun. Bahkan masih ada sisanya, cukup untuk membayar uang kost, demikian penjelasan Drs Eddy Djauhari, MSi Ketua Umum Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMA-PBS) Periode 2007-1010.

Terpikir oleh saya, betapa luhurnya budi Pak Harto yang telah mendirikan dan mengelola Yayasan Supersemar. Bayangkan sejak tahun 1975, tanpa gembar-gembor, tanpa publikasi yang menggebu-gebu, Yayasan Supersemar sudah membantu meringankan beban beribu-ribu anak muda Indonesia dalam mengatasi biaya pendidikannya, paparnya.

Eddy menjelaskan hingga kini, Yayasan Supersemar tetap berdiri. Misinya masih seperti dahulu, yaitu membantu siswa dan mahasiswa yang cerdas tetapi orang tuanya mengalami kendala dalam mengatasi biaya pendidikan anak-anaknya. Jelas, ini tentu merupakan partner yang baik bagi Pemerintah karena Pemerintah sendiri belum dapat mengatasi beban biaya pendidikan sepenuhnya.

Lalu saya berandai-andai. Sekiranya pengelola Yayasan itu bukan orang-orang yang amanah. Andai pengelola Yayasan itu bukan orang-orang yang peduli terhadap generasi muda, ngapain bersusah payah tetap menjalankan kegiatannya, tegasnya.

Yayasan Supersemar hari ini genap berumur 33 tahun (berdiri 16 Mei 1974). Telah 32 tahun Yayasan ini konsisten memberi beasiswa kepada beribu-ribu pelajar dan mahasiswa. Apa itu bukan suatu hal yang hebat?

Seingat saya, para beasiswan (penerima beasiswa) Yayasan Supersemar tidak dibebani kewajiban yang macam-macam. Yang diharapkan oleh pihak Yayasan Supersemar adalah di mana pun para mantan beasiswan Supersemar berada, hendaknya menjadi warga negara Indonesia yang baik; warga negara yang mampu menolong dirinya sendiri dan berbuat baik serta peduli terhadap lingkungannya, kata Eddy Djauhari.

Kesetiakawanan sosial

Harapan inilah yang menjiwai para beasiswan. Apa yang diharapkan oleh para Pendiri dan Pengelola Yayasan Supersemar terpatri pada setiap nurani para beasiswannya. Implementasinya, mantan beasiswan Supersemar secara nyata, baik secara individu maupun bergabung dengan lembaga sosial lainnya, banyak yang menyisihkan rezekinya untuk menjadi orang tua asuh dalam rangka membantu biaya pendidikan. Dan itu dilakukannya tidak usah dengan gembar-gembor. Mereka berprinsip, kalau beramal itu tak usah dipamer-pamerkan.

Contoh konkret lainnya; ketika beasiswa diberikan, para beasiswan itu rela menyisihkan sebagian kecil beasiswanya. Lalu, mereka memberi beasiswa solidaritas kepada siswa SD atau SMP di sekitar lingkungan kampusnya. Mereka yang mengumpulkan dananya, mereka pula yang mengumpulkan data siswa-siswa yang akan dibantunya. Meskipun ini langkah yang tampaknya kecil, tetapi nilai setiakawannya yang luar biasa.

Saya salah seorang yang rajin mengikuti perkembangan beasiswa Supersemar karena tiga periode saya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal organisasi yang bernama Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMA-PBS) dan dalam Munas ke-7 akhir April 2007 saya terpilih sebagai Ketua Umum untuk periode tahun 2007-2010, paparnya.

Sejak berdirinya sampai dengan akhir tahun 2006, Yayasan Supersemar telah memberi bantuan beasiswa kepada mahasiswa S-1 sebanyak 413.803 satuan beasiswa. Sekiranya setiap beasiswan itu dapat menerima hingga periode, maka minimal ada 135.000 mahasiswa pernah dibantu oleh Yayasan Supersemar dan 99.500 di antaranya telah bergelar sarjana (S-1).

Sementara itu, pada jenjang studi S-2 ada 5.900 orang yang dibantu dana penyelesaian tesisnya untuk meraih gelar magister. Pada jenjang S-3, ada 1.160 orang berhasil meraih gelar doktor, yang pernah menerima bantuan dana dari Yayasan Supersemar dalam rangka menyelesaikan disertasi.

Telah lama Yayasan Supersemar ikut mendukung program Pemerintah dalam me-masyarakatkan sekolah menengah kejuruan (SMK). Buktinya, sejak tahun 1976 hingga akhir tahun 2006 telah tersalur beasiswa kepada siswa SMK sebanyak 838.736 satuan beasiswa. Belum lagi bantuan lainnya, yaitu bantuan untuk para atlet dan pelatih olahraga serta bantuan untuk anak asuh melalui GN-OTA.

Kepala SPP Kediri, Drs H Ananda Ragil Purmadi menyatakan sejak memperoleh dukungan beasiswa dari Yayasan Supersemar, Sekolah Pertanian Pembangunan Kediri seperti mendapat penyangga di tengah kondisi siswa yang 60 persen hingga 70 persen terdiri dari keluarga tidak mampu. (djo)


     
  >> BEASISWA Yayasan Supersemar Diminta Dipertahankan
  >> Beasiswa Supersemar Menambah Semangat Belajar Siswa
  >> Penandatanganan MoU Yayasan Supersemar dengan AJB Bumiputera 1912
Dalam Setahun 19.000 Mahasiswa Diberi Beasiswa
  >> Yayasan Supersemar 33 Tahun Salurkan Beasiswa
  >> SUPERSEMAR BERIKAN BEASISWA KEPADA MAHASISWA
  >> Kata Sambutan Ketua Yayasan Supersemar
  >> Kata Sambutan dan Komentar Ketua I Yayasan Damandiri
SELAMA TIGAPULUH TAHUN YAYASAN SUPERSEMAR TURUT MEMBANGUN BANGSA
  >> Kata Sambutan
Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMA-PBS)
  >> Kata Sambutan Rektor Universitas Jenderal Soedirman
DISAMPAIKAN PADA ACARA ULANG TAHUN YAYASAN SUPERSEMAR TAHUN 2004
  >> Kata Sambutan
KEPALA SMK NEGERI 3 MALANG

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra
design by
Visionnet
Update by Suwandi Yesaya (suwandiy@vision.net.id) 25 Sept 2003