| |
| |  | | | Selama 34 Tahun Yayasan Supersemar Salurkan Dana Rp 508,5 Miliar Lebih Putra Purnawirawan ABRI dan Anak Cacat Diberikan Beasiswa
19 Mei 2008
Acara Peringatan HUT ke-34 Yayasan Supersemar, hanya dilaksanakan di kantornya secara sederhana. Cukup dengan pemotongan tumpeng dan makan siang bersama khusus kalangan intern saja.
Selanjutnya, Soebagyo, menjelaskan bahwa persyaratan mendapatkan beasiswa adalah siswa berasal dari keluarga tidak mampu dan berprestasi atau minimal IP 2,5. tahun ini yayasan memberikan beasiswa kepada 17 ribu siswa SMK dan 19 ribu mahasiswa. " Pihak sekolah boleh mengajukan permohonan beasiswa kepada siswanya melalui Diknas Provinsi dan ditembusi ke yayasan untuk ditindaklanjuti," tuturnya. Mengenai beasiswa khusus, Soebagyo menjelaskan bahwa sesuai dengan amanah Pak Harto, pihaknya merealisasi beasiswa bagi putra pengamat gunung berapi, anak cacat (Persatuan Tuna Netra), anak veteran, anak yang berada di Panti Seroja dan putra-putri purnawirawan ABRI. "Jumlahnya belum mencapi seribu dalam setahun," tambahnya.
Selain itu, ada juga dana cadangan yang diperuntukkan siswa maupun mahasiswa berasal dari keluarga besar yayasan. Misalnya, anak sejumlah satpam di Granadi juga ada yang menerima beasiswa. Sedangkan aturan main atau persyaratannya sama dengan yang lain yakni berprestasi dan kurang mampu.
Beasiswa ini semata-mata untuk mem-berikan dorongan agar penerima beasiswa semakin terpacu untuk meraih prestasi. "Hambatannya tidak ada. Yang ada adalah banyaknya siswa maupun mahasiswa mengajukan beasiswa. Sementara anggaran yang dimiliki terbatas. "Kita juga memberikan beasiswa melalui GN-OTA yang jumlahnya sekitar Rpl, 2 M setahun," jelasnya.
Ditegaskannya bahwa dalam mengucurkan beasiswa, Yayasan Supersemar, tidak meminta Imbalan apapun. Artinya, penerima beasiswa tidak harus memiliki kewajiban apapun kepada yayasan kecuali terjalin ikatan batin saja."Kita memang hanya memberi, tetapi tidak ada kewajiban memberi apa-apa kepadayayasan. Tetapi mereka blasanya ada kontak dan menjadi hubungan kekeluargaan saja," kata Soebagyo. Menjawab pertanyaan Pelita tentang jumlah danayang dlmiliki yayasan, Soebagio enggan menjelaskan karena tldak etis. "Modal pokoknya tidak berkurang dan malah bertambah sekitar sepuluh persen setiap tahun. "Yang dikucurkan adalah bunga depositonya saja yang tahun ini jumlahnya Rp 28 miliar setahun," tambahnya.
Dirinya juga merasa bangga karena tiga provinsi baru di luar Jawa mengirim surat dan mengajukan permohonan untuk mendapatkan beasiswa. Diantaranya Provinsi Kepri dan Papua. "Ini bukti bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan Yayasan Supersemar," ujarnya.
"Yayasan Ini didirikan Pak Harto tahun 1974 dan mulai memberikan beasiswa sejak tahun 1975. Hingga kini, kita akan tetap memberikan bantuan kepada siswa dan mahasiswa sesuai dengan ketersediaan dana yang ada," tandas Soebagyo.(oto/dew)
| |
|
|