Sejarah Singkat Yayasan
Formulir Aplikasi
 
 
MENGABDI PADA CALON PEMIMPIN

19 Mei 2008

Minggu lalu Yayasan Supersemar yang didirikan oleh Almarhum Bapak Soeharto pada tanggal 15 Mei 1974 memperingati ulang tahunnya yang ke 34. Peringatan hari ulang tahun itu tidak dirayakan dengan pesta hura-hura yang gemerlapan tetapi disambut dengan penuh rasa prihatin karena pendirinya baru seratus hari yang lalu wafat. Bahkan ketuanya telah mendahului meninggalkan kita beberapa hari sebelum pendirinya kembali kepada Sang Khalik. Sungguh menyedihkan, Yayasan Supersemar yang didirikan untuk dan selama ini telah menyantuni lebih dari dua juta anak-anak keluarga kurang mampu, yang diharapkan bisa menjadi pemimpin masa depan bangsa itu, divonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai lembaga yang melakukan kesalahan.

Yayasan Supersemar, seperti juga ribuan, mungkin jutaan, Yayasan atau lembaga swadaya masyarakat di Indonesia, menerima bantuan atau subsidi dari pemerintah. Berbagai Departemen, sekarang Kementerian, antara lain Departemen Sosial, Departemen Dalam Negeri, Departemen Pendidikan Nasional, dan mungkin hampir semua Departemen dan Instansi, termasuk Departemen Keuangan, selalu menyalurkan bantuan kepada lembaga-lembaga sosial yang ada kaitannya dengan fungsi dan tugas yang diembannya. Hampir tidak ada satupun lembaga sosial yang bergerak dengan cara profesional dan diakui pemerintah yang tidak menerima bantuan atau subsidi dari pemerintah.

Peranan bantuan pemerintah itu bermacam-macam. Ada yang dipergunakan untuk memancing kepedulian masyarakat agar mereka yang mampu berkenan membantu usaha mulia yang dilakukan lembaga swadaya masyarakat tersebut. Ada pula yang dipergunakan sebagai modal awal dan dana abadi agar upaya yang dilakukannya dapat berjalan dengan lancar tanpa harus tergantung pada bantuan fihak manapun. Bantuan untuk Yayasan Supersemar tidak terkecuali. Dana yang diberikan pemerintah sebagian besar dipergunakan untuk membantu beasiswa pada saat bantuan dari lembaga atau perorangan belum bisa terkumpul. Selanjutnya Yayasan Supersemar mengkombinasikan bantuan pemerintah tersebut dengan bantuan lain yang bersumber dari masyarakat luas.

Selama ini Yayasan Supersemar menerima bantuan dari pemerintah dalam jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan dana yang telah disalurkan kepada para siswa dan mahasiswa yang jumlahnya melebihi dua juta orang siswa dan mahasiswa. Bahkan setelah digoncang dengan tuduhan “politik” yang dicari-cari itu, pendiri Yayasan Supersemar, Pak Harto (alm), sebelum wafat, memberi pesan agar upaya membantu para siswa dan mahasiswa anak keluarga kurang mampu yang berbakat, termasuk anak-anak pahlawan pejuang bangsa tetap dilanjutkan.

Oleh karena itu dalam kesempatan ulang tahun kali ini, dalam Rapat Koordinasi antar Yayasan yang dipimpin Bapak Bustanil Arifin, Yayasan Supersemar melaporkan bahwa sampai bulan April 2008, sebanyak 5.542 orang mahasiswa dari perguruan tinggi negeri telah menerima beasiswa melalui perguruan tinggi masing-masing. Disamping itu sampai akhir tahun ini masih akan dikirimkan beasiswa kepada 7.244 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri. Tidak kurang dari 2.314 mahasiswa perguruan tinggi swasta juga akan menerima beasiswa yang sama.

Sebenarnya masih banyak mahasiswa lain yang antri ingin memperoleh beasiswa tetapi karena ada sejumlah dana yang masih di tahan oleh Bank karena Yayasan sedang di-“perkarakan”, maka sejumlah dana tersebut tidak dapat dicairkan. Cilakanya uang di Bank itu juga tidak menghasilkan bunga. Akibatnya Yayasan Supersemar tidak bisa memanfaatkan bunga bank itu untuk membantu anak bangsa yang mendapat kesulitan dengan kuliah atau sekolahnya.

Biarpun upaya hukum tetap dilakukan sesuai prosedur yang dibenarkan hukum, Yayasan Supersemar tidak menghentikan aktifitasnya. Yayasan tetap menyalurkan bantuan untuk mahasiswa dan siswa anak keluarga kurang mampu yang mempunyai kemampuan otak yang encer. Selama tahun 2008 Yayasan Supersemar menyalurkan bantuan untuk anak-anak keluarga kurang mampu yang mengikuti pendidikan pada sekolah kejuruan. Beasiswa untuk anak-anak pada sekolah kejuruan diberikan dengan harapan agar anak-anak keluarga kurang mampu, segera setelah lulus bisa bergabung atau ditampung oleh perusahaan atau badan usaha yang membutuhkan tenaganya dan segera bisa bekerja. Dengan latar belakang pendidikan kejuruan diharapkan akan diperoleh kepandaian dan ketrampilan yang menguntungkan dan membebaskan keluarganya dari lembah kemiskinan. Jumlah pelajar sekolah kejuruan yang menerima bantuan untuk tahun 2008 adalah sebanyak 17.100 siswa, suatu jumlah yang tidak sedikit dan tidak banyak diungkapkan kepada khalayak ramai.

Dismping itu, melalui Lembaga GNOTA Yayasan Supersemar juga memberikan bantuan untuk beasiswa anak asuh bagi anak-anak SD, SMP, SMA atau sederajat dengan penyediaan dana sebesar Rp. 1.200.000.000,- yang diarahkan untuk para siswa kurang mampu. Dana tersebut digabungkan dengan dana Lembaga GNOTA disalurkan kepada pelajar dari seluruh Indonesia, utamanya di daerah-daerah yang tingkat kemiskinannya sangat tinggi. Bantuan-bantuan itu masih ditambah lagi dengan bantuan khusus untuk mahasiswa dan siswa yang karena alasan khusus, misalnya anak janda pahlawan salah satu gejolak, dengan jumlah sekitar 100 siswa dan mahasiswa. Bantuan-bantuan jenis kedua ini sifatnya sangat khusus dan diperlukan pertimbangan yang sangat manusiawi. Untuk mendapatkan bantuan jenis pertama selalu dilakukan bersama Dinas, perguruan tinggi atau sekolah-sekolah yang bersangkutan. Pada tingkat pusat dilakukan koordinasi dengan Dirjen atau stafnya yang selama ini telah ditugasi untuk memfasilitasi kegiatan tersebut di lapangan. Tidak ada satupun beasiswa yang deberikan karena alasan politik atau untuk mendukung kegiatan politik.

Para mahasiswa yang lulus diberi kesempatan, bukan dipaksa, bergabung dengan para alumni untuk silaturahmi atau keperluan sosial lainnya. Organisasi para alumni tersebut tidak mempunyai kegiatan politik praktis mendukung pemerintah atau lembaga non pemerintah, apalagi mendukung lembaga politik yang mengusung calon presiden atau calon wakil presiden. Para alumni ingin memberi semangat sesama teman-temannya untuk memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsanya. (Prof. Dr. Haryono Suyono, www.haryono.com).



     
  >> Selama 34 Tahun Yayasan Supersemar Salurkan Dana Rp 508,5 Miliar Lebih
Putra Purnawirawan ABRI dan Anak Cacat Diberikan Beasiswa
  >> KMA-PBS Terus Dukung Yayasan Supersemar
  >> SUPERSEMAR DAN PEMBANGUNAN SDM
  >> Yayasan Supersemar “Almamater” Kebanggaan
  >> Berkat Supersemar, Suaib Raih Gelar Insinyur
  >> Beasiswa Supersemar Terus Mengucur
  >> Beasiswa Supersemar Terus Mengucur
  >> KMA PBS Tetap Dukung Gerakan dan Misi Yayasan Supersemar
  >> Beasiswa Selama 32 Tahun Tanpa Henti
  >> Drs Nurdin, Alumni FISIP Unhas; Beli Sajadah, Mensyukuri Berkah

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra
design by
Visionnet
Update by Suwandi Yesaya (suwandiy@vision.net.id) 25 Sept 2003