Sejarah Singkat Yayasan
Formulir Aplikasi
 
 
34 Tahun Yayasan Supersemar
Beri Beasiswa 1.845.202 Pelajar dan Mahasiswa


30 Mei 2008



Pengumuman penerima beasiswa Supersemar selalu dinanti-nanti dan diharapkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mahasiswa perguruan tinggi. Bahkan tak sedikit pihak sekolah yang “penasaran”, kapan tiba giliran anak didiknya mendapat kesempatan sama, memperoleh beasiswa Supersemar. Ternyata, Yayasan Supersemar cukup terbuka menerima usulan-usulan terbaru dari pihak sekolah yang membutuhkan, namun belum tersentuh beasiswa.

Yayasan Supersemar merupakan satu dari tujuh yayasan yang didirikan almarhum HM Soeharto yang berkantor di Gedung Granadi. Sesuai namanya, Granadi yang berarti Graha Dana Abadi, Yayasan Supersemar telah menyalurkan beasiswa Supersemar bagi sejumlah siswa SMK dan mahasiswa perguruan tinggi dari keluarga miskin secara akumulatif dan kontinu sejak tahun 1975.
Sejak didirikan tanggal 16 Mei 1974 sampai tahun 2008, Yayasan Supersemar secara akumulatif telah memberikan beasiswa sebanyak 1.845.202 orang atau sebesar Rp 508.560.737.524. “Sampai hari ini, berkat pengelolaan keuangan Yayasan Supersemar yang cukup baik, kita masih bisa memberikan sekitar 17.000 mahasiswa dan 19.000 siswa SMK di seluruh Indonesia. Kita juga menyiapkan beasiswa khusus untuk anak-anak purnawirawan TNI/POLRI/Veteran,” ungkap Subagyo SH, Bendahara Yayasan Supersemar di sela acara HUT ke 34 Yayasan Supersemar yang digelar secara sederhana di kantor yayasan.
Setiap tahunnya, tiap mahasiswa mendapat beasiswa sebesar Rp 1,2 juta yang dihitung Rp 100.000 tiap bulannya. Sedang siswa SMK memperoleh beasiswa sebesar Rp 600.000 atau Rp 50.000 tiap bulannya. “Alokasi dana kita untuk beasiswa, tergantung pada alokasi penerimaan bunga. Tidak bisa memaksakan untuk lebih,” jelasnya.
Dalam perkembangan yang sudah 34 tahun ini, kata Subagyo, amanah yang diberikan almarhum HM Soeharto untuk menyisihkan jumlah deposito yang diterima dapat disalurkan dengan baik kepada sejumlah generasi muda yang benar-benar membutuhkan beasiswa. “Sesuai amanat Pak Harto, tiap tahun kita harus melaporkan perkiraan penerimaan bunga deposito yang berjalan. Dari jumlah perkiraan bunga deposito yang kita terima itulah yang kita bagikan untuk diberikan kepada mahasiswa dan siswa,” jelasnya.
Dengan selalu memberikan bunga deposito yang ada, lanjutnya, dana abadi Yayasan Supersemar tetap ada. Bahkan sejak dulu, almarhum Pak Harto telah memberi petunjuk agar bunga deposito yang didapat jangan dihabiskan, hendaknya disisakan kurang lebih 10 – 15 persen untuk menambah dana abadi. “Jadi dana abadi yang didapat tiap tahun itu pasti ,dan insya Allah nambah. Apakah nambahnya Rp 3 milyar atau lebih, kita sisihkan untuk kebutuhan di luar program nantinya.”

Mekanisma pengajuan beasiswa

Untuk mengajukan surat permohonan beasiswa, menurut Subagyo, sebenarnya tidak ada yang terlewatkan dari pengabdian Yayasan Supersemar kepada generasi muda yang ingin maju, mandiri dan sukses meraih cita-cita. Bagi sekolah menengah kejuruan yang siswanya belum mendapat kesempatan memperoleh beasiswa, bisa mengajukan surat permohonan ke Kanwil dengan tembusan Yayasan Supersemar agar bisa ditindaklanjuti sendiri melalui yayasan bila pihak kanwil mengabaikan surat permohonan itu. Karena, banyak kanwil yang kurang memperjuangkan sekolah-sekolah yang kondisinya cukup memprihatinkan tapi tidak tahu harus mencari bantuan beasiswa kemana untuk kemajuan pendidikan anak didiknya.
“Usulan-usulan semacam ini kita harapkan sudah diterima pada bulan September. Karena, pada bulan September – Oktober kita harus mempersiapkan alokasi dana untuk tahun ajaran baru di bulan Januari. Jadi kalau dari pihak departemen atau kanwil tidak memperhatikan, kita bisa mengusulkan, wajar kalau diperhatikan,” tukas lelaki asli Kudus ini.
Usulan yang tidak masuk dalam alokasi dana yang dipersiapkan itu, kata Subagyo, bisa diminta ke GNOTA. Karena, dari dana deposito yang disisakan di luar anggaran rutin, masuk pula ke kantong GNOTA untuk membantu beasiswa wajib belajar 9 tahun (SD-SMP). Tahun 2008 ini, ada empat yayasan yang ditugaskan almarhum HM Soeharto untuk memberi dukungan pada GNOTA, yaitu Yayasan Supersemar, Yayasan Damandiri, Yayasan Dakab dan Yayasan Dharmais masing-masing memberikan Rp 1,2 milyar.
Alokasi dana rutin yang disiapkan, kata Subagyo, kemudian dikirim ke perguruan tinggi seluruh Indonesia. Perguruan tinggi swasta disalurkan melalui Kopertis, sedang IAIN dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Agama Islam Departemen Agama. Sedang alokasi untuk SMK cukup diinformasikan terlebih dahulu jumlah yang akan diterima dengan perbandingan tahun sebelumnya ke Direktorat Jenderal Dasar Menengah Depdiknas, sehingga bisa menentukan sekolah yang cukup bisa dialihkan.
“Kami bersyukur, tahun ini ada surat resmi dari Direktorat Jenderal Dasar Menengah untuk permintaan beasiswa di 3 provinsi baru, yaitu Kepulauan Riau, Papua, Bangka Belitung. Mengapa kami bersyukur? Karena ternyata keberadaan kami masih diperhitungkan, alhamdulillah,” cetusnya.
Selain memberikan beasiswa kepada siswa SMK dan mahasiswa, ada pula beasiswa khusus yang diberikan kepada siswa tertentu. Antara lain, siswa perguruan SMK swasta khususnya Perguruan Taman Siswa dan Muhammadiyah di seluruh Indonesia, siswa yang orangtuanya bekerja sebagai pengamat gunung api, siswa yang orangtuanya di mercusuar dan anak yang orangtuanya pernah berjaga di Wherkrise III daerah pertempuran di Yogya dan sekitarnya yang tergabung dalam serangan 11 Maret.
“Petunjuk Pak Harto waktu itu sangat bagus. Anak yang orangtuanya bekerja di pantai, supaya diperhatikan. Juga anak dari panti seroja, persatuan tuna netra. Kita siapkan tanpa mengganggu alokasi rutin,” jelasnya.
Diakhir perbincangan, Subagyo menegaskan, apa yang diinginkan Supersemar adalah partisipasi. “Karena, ketika orangtua memasukkan anaknya kuliah, sebenarnya sudah dipersiapkan jauh hari. Kalau kemudian anaknya terpilih sebagai calon penerima, itu adalah bukti dukungan dari kami,” tandasnya. RW


     
  >> MENGABDI PADA CALON PEMIMPIN
  >> Selama 34 Tahun Yayasan Supersemar Salurkan Dana Rp 508,5 Miliar Lebih
Putra Purnawirawan ABRI dan Anak Cacat Diberikan Beasiswa
  >> KMA-PBS Terus Dukung Yayasan Supersemar
  >> SUPERSEMAR DAN PEMBANGUNAN SDM
  >> Yayasan Supersemar “Almamater” Kebanggaan
  >> Berkat Supersemar, Suaib Raih Gelar Insinyur
  >> Beasiswa Supersemar Terus Mengucur
  >> Beasiswa Supersemar Terus Mengucur
  >> KMA PBS Tetap Dukung Gerakan dan Misi Yayasan Supersemar
  >> Beasiswa Selama 32 Tahun Tanpa Henti

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra
design by
Visionnet
Update by Suwandi Yesaya (suwandiy@vision.net.id) 25 Sept 2003