Sejarah Singkat Yayasan
Formulir Aplikasi
 
 
Belum Ada Lampaui Beasiswa Supersemar

19 September 2008



Wakil Presiden RI Yusuf Kalla mengakui Yayasan Supersemar telah memberikan sumbangan luar biasa dalam dunia pendidikan. Lewat program beasiswanya, Yayasan Supersemar dinilai telah membantu pemerintah mencerdaskan bangsa. Bahkan, belum ada satu pun program beasiswa yang diberikan pemerintah saat ini yang mampu menandingi pemberian beasiswa secara berkelanjutan seperti yang dilakukan Yayasan Supersemar.
Wapres Yusuf Kalla saat membuka Silaturahmi Nasional Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Yayasan Supersemar (KMA-PBS) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, mengungkapkan hal itu. Acara yang digelar selama tiga hari, 25– 7 Juli 2008 lalu ini dihadiri sekitar 350 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari Pengurus Pusat KMA-PBS, Majelis Pertimbangan Pusat, Dewan Pakar Pusat. Pengurus KMA-PBS Provinsi se- Indonesia, Alumni Program Sarjana Pendamping Purna Waktu (SP2W) serta Mahasiswa Penerima Beasiswa Supersemar Tahun 2008.
“Yayasan yang didirikan mantan Presiden Soeharto ini memiliki program beasiswa yang luar biasa. Banyak program beasiswa yang diberikan pemerintah, namun seperti apa yang dilakukan Yayasan Supersemar secara berkelanjutan hingga kini belum ada yang bisa melampauinya. Hal ini patut kita hargai,” tukas Wapres Yusuf Kalla.
Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr H Haryono Suyono yang hadir dalam acara Silaturahmi Nasional KMAPBS ini, juga ikut memberikan paparan panjang lebar tentang program-program yayasan dan mengajak seluruh KMAPBS untuk melakukan intervensi pembangunan.
Intervensi pembangunan yang dimaksud adalah membentuk atau membangun jejaring masyarakat dalam bentuk pos pemberdayaan keluarga (Posdaya). Program yang diluncurkan Yayasan Damandiri ini bertujuan membantu masyarakat miskin yang ingin maju menjadi masyarakat yang sejahtera.
Menurut Pengurus KMA-PBS Pusat Hadi Sunarno, KMA-PBS punya potensi sebagai modal untuk bekerja sama dengan pihak pemerintahan seperti Kantor Menko Kesra, Kantor Wapres ataupun lembaga swadaya masyarakat. “Silaturahmi Nasional KMA-PBS ini untuk menyatukan persepsi. Sudah banyak program-program pemerintah yang menantang kepada pengurus pusat. Dengan tantangan, bisa tidak KMA-PBS melaksanakan. Karena KMA-PBS dinilai mempunyai potensi untuk itu,” jelasnya.
Silaturahmi Nasional KMAPBS ini juga diakui Hadi sebagai pertemuan para peserta Program Sarjana Pendampin Purna Waktu (SP2W). Dalam waktu dekat, akan digelar kegiatan pembinaan KMA-PBS di Yogya pada Agustus 2008. “Kegiatan ini diharapkan bisa ikut membantu dan mengawasi program Yayasan Damandiri dan sebagai agen yang menjembatani masyarakat untuk berhubungan dengan partner-partner yang sudah ada,” tandasnya.
Sarjana Pendamping Purna Waktu, kata Hadi, adalah sarjana penerima beasiswa Supersemar yang bertugas sebagai fasilitator antara pemerintah dengan masyarakat. Tugasnya antara lain, membentuk kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan apa yang diharapkan dari program pemerintah kepada mereka sebagai masyarakat. Contoh, membantu masyarakat dalam bidang permodalan, meningkatkan, mutu pendidikan dan kesejahteraan.
“Salah satu contoh bidang garapan yang telah dilakukan oleh SP2W adalah melakukan penyuluhaan dan pendidikan kepada para petani untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Jadi, pendampingan sesuai bidang akademiknya masing-masing,” ungkap Hadi. IR/RW Gemari Edisi 92


     
  >> SUKSES BERKAT KETEGUHAN IMAN, RAJIN DAN ULET
  >> 34 Tahun Yayasan Supersemar
Beri Beasiswa 1.845.202 Pelajar dan Mahasiswa
  >> MENGABDI PADA CALON PEMIMPIN
  >> Selama 34 Tahun Yayasan Supersemar Salurkan Dana Rp 508,5 Miliar Lebih
Putra Purnawirawan ABRI dan Anak Cacat Diberikan Beasiswa
  >> KMA-PBS Terus Dukung Yayasan Supersemar
  >> SUPERSEMAR DAN PEMBANGUNAN SDM
  >> Yayasan Supersemar “Almamater” Kebanggaan
  >> Berkat Supersemar, Suaib Raih Gelar Insinyur
  >> Beasiswa Supersemar Terus Mengucur
  >> Beasiswa Supersemar Terus Mengucur

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra
design by
Visionnet
Update by Suwandi Yesaya (suwandiy@vision.net.id) 25 Sept 2003