| |
| |  | | | Apresiasi bagi Anak Bangsa Berprestasi Supersemar Award 2009
11 Maret 2009
Yayasan Supersemar yang didirikan atas nama pribadi HM Soeharto, sejak berdiri 16 Mei 1974 silam hingga saat ini, menjelang usia pengabdiannya ke-35, telah memberikan bantuan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa untuk para siswa SMK, mahasiswa perguruan tinggi, para sarjana hingga para atlet berprestasi. Pada momen 35 tahun pengabdiannya, Yayasan Supersemar luncurkan “Supersemar Award 2009”.
Dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Supersemar ke-35, salah satunya ada satu produk baru. Produk baru tersebut berlabel “Supersemar Award”. Award (penghargaan) ini diberikan kepada anak-anak bangsa yang berprestasi, yang perlu dibina, dan yang perlu diberi apresiasi.
Sepanjang pengabdiannya kepada bangsa, Yayasan Supersemar sejak berdiri hingga saat ini telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa sebanyak 440.218 orang. Dengan total dana yang dikeluarkan Rp 277.915.513.616.
Sedangkan siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) sebanyak 912.314 orang, dengan total dana anggaran yang telah dikeluarkan mencapai Rp 221.953.555.659. Sementara untuk atlet berprestasi yang mengharumkan nama bangsa, Yayasan Supersemar telah memberikan beasiswa bantuan sebanyak 12. 284 orang atlet. Dengan total dana yang telah dikeluarkan sebesar Rp 7.532.995.206.
“Di samping itu, Yayasan Supersemar juga memberikan beasiswa penelitian terhadap mahasiswa S2 dan S3. Total sampai 17 Pebruari 2009, sebanyak 6.631 kandidat Master dan kandidat Doktor yang kita biayai. Dengan total anggaran yang telah dikeluarkan sebesar Rp 9.039.299.692,” kata Wakil Ketua Yayasan Supersemar Prof Dr H Nasaruddin Umar, MA, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Supersemar Award 2009, di dampingi Drs Tulus Guritno, Wakil Ketua Panitia Supersemar Award yang juga Kepala Kantor (KPK) Yayasan Supersemar, pada jumpa pers, di ruang pertemuan Yayasan Supersemar, di lantai 4 Gedung Granadi, Kuningan, Jakarta Selatan.
Selain itu semua, lanjut Nasaruddin Umar yang juga mantan penerima beasiswa Supersemar ini, juga masih ada anak asuh. Anak-anak asuh yang selama ini dikelola oleh Lembaga GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh). Pihaknya sudah memberikan bantuan anak asuh melalui GNOTA sebesar 494.679 anak asuh, dengan total dana Rp 35.000.291.140.
Sehingga, ungkap dia, total atau akumulasi dana yang telah Yayasan Supersemar keluarkan itu sudah berjumlah Rp 551.732.504.173 untuk 1.870.077 orang.
“Jadi, kita sudah punya alumni penerima beasiswa Supersemar itu 1.870.077 orang. Seperti yang pernah disampaikan oleh Bapak Wakil Presiden (Jusuf Kalla) beberapa waktu lalu, lembaga pemberi beasiswa yang paling luas dan paling banyak memberikan beasiswa adalah Yayasan Supersemar,” ujar mantan Purek IV Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Sebelas kategori
Supersemar Award 2009 yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-35 Yayasan Supersemar turut berpartispasi memberikan apresiasi terhadap mereka yang berprestasi di dalam penulisan karya ilmiah dalam bentuk skripsi.
Award ini, kata Nasaruddin Umar, diberikan untuk memberi motivasi kepada generasi muda Indonesia umumnya, lulusan S1 khususnya untuk mencintai, menekuni, mempublikasikan penelitian dan mendimensikan hasul-hasilnya.
Menurutnya, pemberian apresiasi diharapkan akan memberikan inspirasi bagi para generasi muda yang lain untuk meraih prestasi dan melahirkan karya-karya yang bermanfaat.
Supersemar Award ini terbagi menjadi 11 kategori atau kelompok bidang keilmuan. Yaitu, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, ekonomi, sosial dan politik, hukum, budaya, agama. Selain itu, bidang keilmuan psikologi, teknik dan pendidikan.
Para calon penerima penghargaan atau nominator, jelas Ketua Panitian Supersemar Award 2009 ini, adalah mahasiswa program sarjana S1 atau sarjana baru dari Perguruan Tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta dan tidak terbatas pada para penerima beasiswa Supersemar saja. “Dengan catatan, mahasiswa dan sarjana yang bersangkutan telah mempertahankan dan dinyatakan lulus skripsinya pada tahun 2008, dengan IPK (Indeks Prestasi Komulatif) minimal 3.00 dan masa studi yang ditempuh maksimal 8 semester,” papar Nasaruddin Umar.
Para pemenang 11 kategori ini selain mendapat piagam dan medali, tetapi juga memperoleh uang tunai dan bantuan biaya penelitian/penulisan tesis bagi mereka yang akan melanjutkan studinya pada program Pasca Sarjana (S2)
Pengumuman untuk mengikuti Supersemar Award 2009 ini, selengkapnya bisa dibaca di Majalah Gemari edisi 98/Maret/2009 pada halaman 63. Anda berminat, ini sebuah kesempatan! HAR
| |
|
|